|
|
|
Sepak bola Amerika
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
|
Sepak bola Amerika
| |
Tim Angkatan Laut Amerika Serikat (kiri, kostum
biru) melawan tim Black Knights dari Angkatan Darat Amerika Serikat
|
|
|
: football, gridiron football
|
|
: 6 November 1869, Rutgers vs. Princeton
|
|
|
|
|
: benturan
|
|
|
|
: luar ruang
|
|
: bola football
|
|
: Tidak
|
Sepak bola Amerika (bahasa Inggris: American
football) dikenal di Amerika Serikat
dan Kanada
sebagai football adalah olahraga
yang dimainkan dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain. Permainan
menggunakan bola
yang disebut football (bola kaki), berbentuk oval dan berwarna coklat.
Kedua ujung lapangan disebut bidang endzone yang merupakan daerah gawang
lawan. Tim yang menyerang mendapat 1 set kesempatan yang terdiri dari 4 kali down untuk membawa bola
sejauh 10 yard ke bidang endzone lawan. Bola dibawa dengan tangan sambil
berlari atau dilemparkan kepada rekan satu tim, sampai gerak maju tim yang
menyerang berhasil dihentikan tim bertahan. Skor dicetak dengan cara membawa
atau meletakkan bola di luar garis gawang pada sisi endzone lawan, atau
menendang bola hingga melewati gawang lawan. Tim pencetak skor terbanyak
setelah selesainya 4 babak permainan dinyatakan sebagai pemenang. Pertandingan
bisa berakhir seri bila tidak ada pemenang setelah diadakan perpanjangan waktu.
Waktu bermain dihitung secara teliti detik demi detik, dan peraturan bermain
diawasi secara ketat karena melibatkan benturan fisik antar pemain.
Daftar
isi
- 1 Peraturan
- 1.1 Lapangan dan pemain
- 1.2 Lama pertandingan
- 1.3 Pergerakan bola
- 1.4 Pergantian kepemilikan
bola
- 1.5 Skor
- 1.6 Kickoff dan tendangan
bebas
- 1.7 Pelanggaran
- 2 Pemain
- 2.1 Pihak penyerang
- 2.2 Pihak bertahan
- 2.3 Unit khusus
- 2.4 Nomor punggung
- 3 Strategi
- 4 Kemampuan fisik
- 5 Kepopuleran
- 6 Sejarah
- 7 Catatan kaki
- 8 Referensi
- 9 Pranala luar
Peraturan
Artikel utama untuk
bagian ini adalah: Peraturan sepak bola Amerika
Kedua belah tim
berusaha memenangkan pertandingan dengan mencetak skor sebanyak-banyaknya atas
tim lawan dalam batas waktu yang ditentukan.
Lapangan
dan pemain
Angka-angka pada lapangan menunjukkan jarak dalam yard ke end zone terdekat
Sepak bola Amerika dimainkan
di atas lapangan berbentuk segi empat,
dengan panjang 120 yard (110 meter) dan lebar 53 1/3 yard (49 meter). Garis
paling luar di sepanjang lapangan disebut sideline (garis sisi),
sedangkan garis paling luar di kedua ujung lapangan disebut end line
(garis akhir). Di kedua sisi kiri dan kanan lapangan terdapat goal line
(garis gawang). Jarak antara kedua sisi garis gawang adalah 100 yard. Bidang
tempat mencetak skor disebut end zone (zona akhir) dan panjangnya 10
yard dihitung dari garis gawang sampai ke garis akhir.
Di sepanjang lapangan
dibuat garis-garis melintang setiap 5 yard yang disebut garis yard (yard
line). Setiap 10 yard, garis yard diberi tanda jarak yang dimulai dari
kedua belah sisi garis gawang dan berakhir di tengah lapangan: (garis gawang)
-10, -20, -30, -40, 50, 40-, 30-, 20-, 10- (garis gawang). Garis-garis
melintang pada lapangan sepak bola Amerika mirip dengan garis-garis pada
lapangan liga rugby.
Garis pendek-pendek di pinggir lapangan disebut hash marks (tanda hash)
yang menandai setiap yard dari panjang lapangan. Setiap awal pergerakan bola
dimulai dengan posisi bola di tanda hash atau di antara dua tanda hash.
Posisi gawang yang diletakkan di luar end zone
Di ujung
masing-masing zona akhir (end zone) terdapat tiang gawang (disebut goal
posts atau uprights). Gawang sepak bola Amerika berbentuk mirip garpu tala
dengan tiang penopang yang tingginya 10 kaki (3
meter). Gol harus masuk di antara kedua tiang gawang. Kedua tiang gawang
terpisah dengan jarak 18 kaki 6 inci (5,6 meter) dan dipasang di atas
besi melintang (cross bar) membentuk mulut gawang seperti huruf "U". Pada pertandingan
antar-SMU, jarak antara dua tiang gawang adalah 24 kaki (7,3 meter) supaya bola
lebih gampang masuk. Tinggi tiang gawang hingga bagian paling ujung mencapai 30
kaki (9 meter) dari atas permukaan lapangan. Di lapangan untuk pertandingan
profesional, perguruan tinggi, dan SMU, tiang penopang gawang diletakkan di
luar wilayah permainan. Tiang juga dibuat melengkung ke arah luar lapangan
untuk mengurangi risiko cedera karena menabrak tiang.
Masing-masing tim
turun ke lapangan dengan 11 pemain. Tim bisa mengganti sebagian atau semua
pemain ketika waktu masih memungkinkan, atau semasa jeda pergerakan bola.
Setiap tim memiliki 46 pemain dalam satu pertandingan dan bisa ditukar pakai
setiap saat sepanjang pertandingan. Hampir semua pemain berkesempatan untuk
turun bertanding dan tidak ada yang menganggur.
Lama
pertandingan
Pertandingan standar
terdiri dari 4 babak (disebut quarter), sedangkan masing-masing babak
terdiri dari 15 menit. Istirahat yang disebut halftime diberikan setelah
babak ke-2 selesai. Sistem satu babak 12 menit digunakan dalam pertandingan
antar-SMU. Jam pertandingan dihentikan kalau terjadi pergerakan bola yang
menurut peraturan pertandingan mengharuskan pertandingan dihentikan, akibatnya
waktu pertandingan menjadi lebih lama. Pertandingan NFL sering memakan waktu
lebih dari 3 jam karena jam pertandingan harus dihentikan ketika tidak ada
pergerakan bola.
Bila kedua tim masih
mencatat skor seri hingga babak ke-4 berakhir, pertandingan NFL diperpanjang
dengan babak tambahan selama 15 menit (overtime). Pada pertandingan overtime
digunakan sistem sudden death, tim yang pertama mencetak skor dinyatakan
sebagai pemenang, walaupun tim lawan tidak berkesempatan mendapat bola.
Pertandingan dinyatakan seri dalam pertandingan reguler NFL kalau kedua belah
tim tidak berhasil mencetak skor pada babak tambahan.
Dalam pertandingan
babak Playoff NFL, bila kedua tim
terus mencatat skor seri, pertandingan terus dilanjutkan dengan babak-babak
tambahan sampai salah satu tim menang.
Pergerakan
bola
Bola untuk sepak bola Amerika
Tim yang memiliki
bola disebut tim penyerang. Tim penyerang diberi satu set kesempatan awal yang
terdiri dari 4 kali down
untuk membawa bola sejauh 10 yard mendekati bidang end zone (bidang gol)
lawan. Bila tim penyerang berhasil membawa bola sejauh 10 yard dalam satu set
kesempatan awal, tim penyerang berhak mendapat 1 set kesempatan tambahan (disebut
first down) yang juga terdiri dari 4 kali down untuk
kembali membawa bola sejauh 10 yard atau mencetak skor. Bila tim penyerang
gagal mendapatkan first down setelah melakukan 4 kali down, maka
kepemilikan bola berpindah ke tim lawan.
Kecuali di awal babak
ke-3 atau setelah tim berhasil mencetak skor, pergerakan bola selalu diawali
dengan posisi snap.
Tim penyerang berhadapan dengan tim penyerang pada garis imajiner posisi awal
bola (line of scrimmage). Salah seorang
pemain dari tim penyerang yang disebut center
mengoper bola (operan ini disebut "snap") melalui celah di
antara kedua belah kakinya ke rekan yang ada di belakang (biasanya dioper ke quarterback).
Pemain membawa bola
dengan 2 cara:
- Berlari membawa bola, teknik ini disebut rushing. Teknik memberikan bola ke
tangan rekan satu tim disebut handoff.
- Melempar bola ke rekan satu tim yang dikenal
sebagai lemparan ke depan (forward pass) atau passing. Lemparan
ke depan merupakan ciri khas yang membedakan sepak bola Amerika dengan
olahraga football yang lain. Untuk satu kali play, tim
penyerang hanya boleh sekali melempar bola ke depan, dan itu pun harus
dilakukan dari belakang garis imajiner posisi awal bola (line of
scrimmage). Selain satu kali kesempatan melempar bola ke depan, bola
hanya boleh dioper ke samping atau dilempar ke belakang (disebut lateral pass). Tidak seperti rugby,
lemparan ke belakang jarang sekali dilakukan pertandingan profesional
sepak bola Amerika.
Kesempatan down
berakhir dan bola dinyatakan mati bila:
- Pemain yang membawa bola dijatuhkan ke tanah
(ditekel) atau gerak majunya berhasil dihentikan anggota tim lawan
(sebagaimana disetujui wasit).
- Lemparan ke depan tidak bisa ditangkap hingga
keluar dari lapangan, atau jatuh ke lapangan permainan sebelum bisa
ditangkap. Peristiwa ini disebut incomplete pass (operan tidak lengkap). Bola
dikembalikan ke tempat asalnya di garis awal bola (line of scrimmage)
untuk memulai down berikut.
- Bola dan pemain menjadi berada di luar lapangan.
- Salah satu tim mencetak skor.
Wasit atau beberapa
orang wasit meniup peluit untuk menyatakan bola mati dan satu kali kesempatan down
selesai.
Sebelum down
dilakukan, masing-masing tim bisa berunding untuk membicarakan strategi
pergerakan pemain (disebut play) sewaktu down berlangsung. Posisi
down sering juga disebut sebagai play.
Pergantian
kepemilikan bola
Tim penyerang
memiliki hak atas bola hingga terjadi peristiwa:
- Tim penyerang gagal mendapatkan first down
setelah diberikan kesempatan awal berupa 4 kali down untuk membawa
bola sejauh 10 yard. Tim bertahan mengambil alih bola di titik tempat bola
mati di down yang ke-4. Pergantian kepemilikan bola seperti ini
disebut turnover on down.
- Tim penyerang mencetak skor dengan melakukan touch
down atau melalui tendangan field goal. Setelah mencetak skor,
tim penyerang melakukan formasi tendangan istimewa dari daerah sendiri ke
daerah lawan yang disebut kickoff.
- Tim penyerang melakukan tendangan punt ke bidang lawan. Tendangan punt
dilakukan dengan cara menjatuhkan bola dari pegangan dan menendangnya
sebelum bola menyentuh lapangan permainan. Tendangan punt hampir
selalu dilakukan pada down ke-4, ketika tim penyerang tidak ingin
mengambil risiko bola diambil tim lawan, atau tim penyerang masih terlalu
jauh dari daerah end zone untuk mendapat kesempatan melakukan
tendangan field goal.
- Tim lawan menangkap lemparan ke depan yang
dilakukan tim penyerang. Peristiwa ini disebut intersepsi (interception). Pemain lawan yang berhasil
merebut bola dengan cara ini boleh berlari dengan membawa bola sejauh
mungkin sampai berhasil ditekel, dipaksa ke luar lapangan, atau mencetak
skor.
- Bola terlepas atau tim penyerang tidak sengaja
menjatuhkan bola (disebut fumble) dan tim lawan memungutnya.
Sama halnya seperti intersepsi, pemain lawan yang berhasil memungut bola
boleh berlari sejauh mungkin dengan membawa bola sampai berhasil ditekel,
dipaksa keluar dari lapangan, atau mencetak skor. Pergantian kepemilikan
bola akibat bola jatuh atau direbut lawan dengan cara intersepsi disebut turnover.
- Tim penyerang gagal melakukan tendangan field
goal ke arah gawang lawan. Tim bertahan mendapatkan bola di titik down
terakhir dilakukan (atau menurut peraturan NFL, di titik tendangan yang
gagal). Bila tendangan yang gagal dilakukan dari jarak 20 yard dari end
zone, tim lawan mendapatkan bola di garis 20 yard di daerah sendiri.
- Tim penyerang yang membawa bola ditekel, dipaksa
keluar dari lapangan, bola dibawa ke luar lapangan di daerah "end
zone" sendiri atau melakukan pelanggaran di daerah itu. Peristiwa
yang disebut terakhir jarang terjadi dan disebut safety.
Skor
Tim mencetak skor
dengan cara:
- Touchdown (TD) dengan nilai 6 poin.
Peristiwa touchdown terjadi bila pemain membawa lari bola atau
menangkap lemparan bola di bidang end zone lawan.
- Setelah touchdown, tim yang mencetak skor
mencoba menambah skor dengan melakukan konversi (conversion). Bola
diletakkan di garis 3 yard tim lawan (garis 2 yard dalam pertandingan
NFL) dan ditendang ke udara agar melewati palang melintang pada gawang
lawan dan melayang di antara dua tiang gawang seperti halnya field
goal untuk mendapatkan 1 poin ekstra. Selain tendangan bernilai 1
poin, tim penyerang bisa memilih konversi bernilai 2 poin (two-point
conversion). Pada konversi dua poin, pemain penyerang kembali
berusaha lari membawa bola atau mengoper bola ke bidang end zone
seperti melakukan touchdown.
- Gol lapangan (field goal atau FG)
dengan nilai 3 poin. Bola ditendang ke udara agar melewati palang
melintang pada gawang lawan dan melayang di antara dua tiang gawang.
Sebelum ditendang, bola diletakkan secara vertikal di atas lapangan oleh
rekan sesama tim, atau dilepaskan dari pegangan dan ditendang (metode
kedua yang disebut drop-kick hampir tidak pernah dilakukan karena
hanya menghasilkan 2 kali gol dalam kurun waktu 60 tahun). Usaha mencetak
skor dengan tendangan field goal biasanya dilakukan pada down
ke-4 ketika bola sudah dekat dengan gol lawan, atau hanya tersisa
sedikit waktu untuk mencetak skor dengan cara lain.
- Safety dengan nilai 2 poin. Skor ini
dicetak tim yang bertahan bila tim penyerang yang sedang memiliki
bola dipaksa mundur ke bidang end zone sendiri dan jatuh ditekel,
atau terjadi salah satu kondisi berikut: bola terlepas dari pegangan di
bidang end zone sendiri, bola yang ditendang berhasil diblok dan
jatuh di bidang end zone sendiri, atau melakukan pelanggaran di
bidang end zone sendiri.
Kickoff
dan tendangan bebas
Tendangan pembuka
yang disebut kickoff
dilakukan di awal pertandingan, awal babak ke-3, atau setelah tim mencetak touchdown
atau field goal. Tim penyerang menendang bola dari bidang sendiri di
garis 30 yard (pertandingan NFL) atau garis 35 yard untuk pertandingan
perguruan tinggi. Tim bertahan menyambut bola tersebut, dan berusaha
menangkapnya, lalu membawanya maju sejauh mungkin menuju bidang lawan. Titik
tempat pemain dari tim bertahan berhasil dihentikan tim penyerang dijadikan
titik awal bagi tim penyerang untuk melakukan serangkaian serangan (disebut drive)
ke bidang tim lawan. Bila pemain dari tim bertahan berhasil menangkap bola
hasil kickoff di bidang end zone sendiri, pemain tersebut bisa
memilih untuk membawa lari bola, atau melakukan touchback dengan berlutut di
bidang end zone sendiri. Bila terjadi touchback, tim bertahan
berubah menjadi tim penyerang, dan titik serangan dimulai dari garis 20 yard.
Peristiwa touchback juga terjadi bila bola ditendang hingga sampai di
luar bidang end zone. Selain itu, tendangan punt dan turnover
di bidang end zone juga bisa berakhir dengan touchback.
Setelah terjadi safety,
tim penyerang yang kehilangan 2 poin harus memulai permainan dengan tendangan
bebas berupa placekick (bola diletakkan vertikal dan ditendang) atau punt
(bola dilepas dari pegangan dan ditendang sebelum jatuh ke tanah) dari garis 20
yard bidang sendiri.
Pelanggaran
Pelanggaran bisa
merugikan tim yang dilanggar, atau bisa mengakibatkan cedera sehingga tim yang
melanggar dikenakan berbagai hukuman. Bila tim bertahan melakukan pelanggaran,
hukuman biasanya berupa awal pergerakan bola dimajukan agar semakin dekat
bidang end zone tim bertahan. Sebaliknya, bila tim penyerang melakukan
pelanggaran, awal pergerakan bola dimundurkan agar semakin jauh dari bidang end
zone lawan.
Sebagian besar
hukuman berupa pengulangan down. Beberapa jenis pelanggaran yang
dilakukan tim bertahan secara otomatis memberikan first down (satu set down
yang baru) kepada tim penyerang. Sebaliknya, pelanggaran yang dilakukan tim
penyerang berakibat pada hilangnya kesempatan down. Bila hukuman yang diberikan
kepada tim penyerang ternyata masih bisa membawa bola sejauh 10 yard, tim
penyerang masih boleh mendapatkan first down seperti biasa.
Bila pelanggaran
terjadi, wasit melempar kain (flag) kuning di dekat lokasi pelanggaran
terjadi.
Pelanggaran yang umum
dilakukan:
- Salah start (false start): Pemain dari tim penyerang
bergerak secara tidak sah setelah berjajar untuk melakukan snap.
Bila salah start, play secara otomatis dianggap mati.
- Offside: Pemain dari tim penyerang berada di bidang yang
salah ketika dilakukan down. Bila pergerakan pemain (play)
sudah terjadi, hukuman ditangguhkan bergantung pada hasil play
tersebut.
- Holding: Perlakuan tidak sah seperti menarik atau
merenggut badan lawan yang tidak sedang membawa bola.
- Pass interference: Perlakuan tidak sah
membenturkan badan ke pemain lawan agar tidak bisa menangkap lemparan bola
ke depan yang ditujukan ke arah pemain tersebut.
- Delay: Tindakan menunda-nunda pergerakan pemain (play)
dalam jangka waktu tertentu setelah play sebelumnya berakhir.
- Memblok secara ilegal dari belakang: Pemain dari tim penyerang
secara tidak sah mendorong pemain bertahan dari belakang.
- Face mask: Perlakuan merenggut atau menyentuh besi
pelindung muka yang dikenakan pemain lain sewaktu berusaha melakukan
tekel.
Pemain
Tim penyerang digambar dengan tanda lingkaran O,
terdiri dari quarterback (QB), fullback (FB), tailback
(TB), para pemain wide receiver (WR), dan barisan penyerang (offensive
line atau OL). Tim bertahan ditandai dengan tanda silang X, terdiri dari
barisan bertahan (defensive line atau DL), para pemain linebacker
(LB), cornerback (CB), strong safety (SS), dan free safety
(FS).
Sebagian besar pemain
sepak bola Amerika memiliki peran yang sangat terspesialisasi. Seorang pemain
NFL atau pemain tingkat perguruan tinggi hanya perlu bermain sebagai pemain
penyerang atau pemain bertahan saja.
Pihak
penyerang
- Barisan penyerang yang disebut offensive line (OL) terdiri dari 5 pemain
yang bertugas melindungi pelempar bola, dan membuka jalan bagi rekan
sesama tim yang berlari sambil membawa bola dengan menghalangi anggota tim
bertahan. Selain pemain yang bertugas sebagai center, anggota
barisan penyerang biasanya tidak bertugas membawa lari bola.
- Pemain quarterback (QB) adalah seorang pemain
yang menerima operan snap ketika play (pergerakan bola)
dimulai. Pemain quarterback bisa memilih untuk menyerahkan bola
kepada pemain running back (RB), melemparkannya ke pemain lain,
atau sendirian membawa lari bola.
- Barisan pemain running back (RB) berjajar di belakang atau
di samping pemain quarterback dengan tugas khusus membawa
lari bola. Selain itu, pemain RB juga bertugas memblok dan menangkap
lemparan bola, dan kadang-kadang menyerahkan bola ke rekan sesama pemain
RB. Bila tim memiliki 2 pemain RB, seorang pemain bertindak sebagai halfback
(HB), dan seorang lagi bertindak sebagai tailback (TB) yang
kemungkinan besar bertugas lari membawa bola sambil dilindungi pemain yang
bertugas sebagai fullback (FB).
- Pemain wide receiver (WR) yang berdiri di sisi
kiri-kanan garis dan bertugas menangkap lemparan ke depan.
- Barisan pemain tight end (TE) yang berjajar di luar
barisan penyerang, dan bisa menangkap lemparan ke depan (seperti pemain wide receiver) atau melindungi pemain quarterback
sekaligus membuka ruang bagi pemain yang lari membawa bola.
Di setiap awal
pergerakan bola (play), sekurang-kurangnya harus ada 7 pemain yang
berdiri di garis imajiner posisi awal bola (line of scrimmage). Pemain
lain bisa berdiri di mana saja di belakang garis imajiner tersebut. Jumlah
pemain yang bertugas sebagai running back, wide receiver, dan tight
end bisa bervariasi bergantung pada keputusan tim tersebut yang melakukan play.
Tim yang cuma perlu memajukan bola 1 yard mungkin akan menggunakan 3 pemain tight
end, 2 pemain running back, dan tidak membutuhkan pemain wide
receiver karena tidak perlu melempar jauh ke depan. Sebaliknya, tim yang
perlu membawa bola sejauh 20 yard mungkin mengganti semua pemain running
back dan pemain tight end dengan pemain wide receiver saja.
Pihak
bertahan- Barisan pertahanan (defensive line)
terdiri dari 3 sampai 6 pemain yang berjajar berhadapan dengan barisan
penyerang lawan. Pemain dari barisan pertahanan berusaha menekel pemain running
back yang membawa bola agar bola tidak berhasil dibawa lebih jauh,
atau menekel pemain quarterback agar tidak bisa melempar atau mengoper
bola.
- Dalam sebagian besar situasi permainan, tim
bertahan setidak-tidaknya menugaskan minimal 4 pemain sebagai pemain bek
bertahan (disebut defensive back) yang dibagi menjadi safeties
dan cornerback. Cornerback biasanya mengisi sisi kiri dan
sisi kanan pertahanan, sementara safeties cenderung menjadi garis
pertahanan terakhir dari suatu skeme pertahanan. Tugas defensive back
menghalang-halangi pemain lawan yang menerima lemparan bola (khususnya
yang bermain di "cornerback"), dan berusaha agar lemparan tidak
berhasil ditangkap atau menjadikan lemparan dinyatakan tidak komplet oleh
wasit. Pemain bek bertahan sering juga bertugas menerjang pemain quarterback.
- Pemain linebacker menempati posisi antara defensive
line (barisan pertahanan) dan pemain bek bertahan, tugasnya menerjang
pemain quarterback, menghalang-halangi pemain lawan yang mungkin
akan diberi lemparan, atau menghentikan pemain yang membawa lari bola,
misal running back.
Masing-masing tim
memiliki unit khusus
yang beranggotakan pemain yang hanya bertugas menendang bola. Pemain unit
khusus masih dikelompokkan menjadi pemain punter yang tugasnya melakukan
tendangan punt
dan pemain placekicker (kicker) yang bertugas melakukan tendangan
sewaktu melakukan kick off, field goal, atau tendangan konversi
setelah touchdown.
Nomor punggung pemain
NFL ditentukan berdasarkan posisi dalam tim:
- 1- 9: Pemain quarterback, penendang (kicker
dan punter)
- 10-19: Quarterbacks, kickers, penendang (kicker
dan punter), dan pemain wide receiver
- 20-49: Pemain running back dan pemain bek
bertahan
- 50-59: Pemain center dan pemain linebacker
- 60-79: Pemain barisan pertahanan dan barisan
penyerangan
- 80-89: Pemain receiver dan pemain tight
end
- 90-99: Pemain barisan pertahanan dan pemain linebacker
Artikel utama untuk
bagian ini adalah: Strategi permainan sepak bola Amerika
Salah satu ciri khas
sepak bola Amerika adalah terhentinya permainan setelah down berakhir,
sehingga masing-masing tim bisa menggunakan strategi baru untuk play
yang segera akan dimainkan. Setiap tim memiliki buku pedoman berisi belasan
hingga ratusan strategi yang bisa dimainkan.
Tim sepak bola
Amerika menghabiskan banyak waktu untuk menyiapkan strategi sebelum bisa turun
bertanding. Anggota tim dan pelatih perlu waktu hingga berhari-hari untuk
menyusun strategi, termasuk mempelajari video rekaman pertandingan. Waktu yang
lama untuk menyusun strategi ditambah kerja fisik yang berat selama
pertandingan menyebabkan tim sepak bola Amerika biasanya hanya bisa bertanding
sekali seminggu.
Pemain sepak bola Amerika sedang berlatih
Artikel utama untuk
bagian ini adalah: Cedera akibat sepak bola Amerika
Sepak bola Amerika
adalah olahraga kontak fisik. Pemain bertahan harus menekel dengan cara
menerjang pemain yang membawa bola agar terjatuh. Pemain bertahan harus
melakukan benturan fisik supaya bisa menjatuhkan pemain yang sedang membawa
bola, menurut cara-cara yang diperkenankan peraturan. Pemain bertahan yang
melakukan tekel dilarang menendang, meninju, atau menjegal kaki pemain lawan
yang sedang membawa bola. Pelindung muka yang ada pada helm pemain juga tidak
boleh direnggut atau dipegang. Selain itu, tekel tidak boleh dilakukan pemain
bertahan dengan menggunakan helm. Selain larangan untuk kekasaran yang tidak
perlu seperti disebut di atas, semua bentuk benturan fisik sewaktu melakukan
tekel adalah sah. Pemain bertahan yang menyerbu ke pemain penyerang memiliki
peluang besar untuk menghentikan gerak maju tim lawan. Dalam pertandingan,
pemain quarterback merupakan sasaran rutin pemain bertahan yang berlari
sekencang-kencangnya dari luar jangkauan pandangan pemain quarterback
untuk menjatuhkannya.
Pemain sepak bola
Amerika memakai berbagai perlengkapan pelindung untuk menghindari cedera,
seperti helm, pelindung bahu, pelindung pinggul,
dan pelindung siku. Berbagai perlengkapan pelindung seperti ini sudah dikenal
sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, dan sekarang semakin bisa diandalkan
untuk melindungi pemain dari cedera permanen. Pemain yang sadar terlindung
dengan perlengkapan pelindung sering makin bersemangat untuk bermain keras.
Pemain bisa saja sekuat tenaga melemparkan dirinya ke atas tubuh pemain lain
atau ke atas tumpukan tubuh pemain lain tanpa risiko cedera yang berarti.
Berbagai kekasaran yang tidak perlu mengakibatkan NFL mengeluarkan serangkaian
hukuman yang rumit untuk berbagai jenis benturan fisik yang tidak perlu.
Bahaya cedera dan
perlengkapan yang dibutuhkan untuk menghindari cedera sewaktu bermain sepak
bola Amerika menjadikan olahraga ini tidak cocok untuk dimainkan sebagai
olahraga rekreasi. Permainan sejenis tetapi tanpa benturan fisik seperti touch football dan flag football sering dimainkan
orang sebagai olahraga rekreasi.
Pertandingan sepak bola Amerika
Sepak bola Amerika
adalah olahraga yang paling banyak ditonton di Amerika Serikat. Jajak pendapat
yang dilakukan Gallup menunjukkan sepak
bola Amerika sebagai olahraga favorit di AS sejak tahun 1972, mengalahkan
kepopuleran bisbol. Pertandingan sepak bola Amerika merupakan acara yang
paling banyak ditonton pemirsa televisi di AS, melebihi jumlah pemirsa televisi
untuk pertandingan olahraga yang lain. Kejuaraan sepak bola Amerika yang
disebut Super Bowl terus menerus
menempati urutan teratas dalam jumlah pemirsa dari semua peristiwa yang
disiarkan televisi Amerika.[1][2]
Liga Nasional Sepak bola Amerika (National
Football League atau NFL) yang beranggotakan 32 tim adalah satu-satunya
liga profesional sepak bola Amerika. Pada hari pertandingan yang disebut Super Bowl Sunday,
penggemar sepak bola Amerika mengadakan pesta bersama keluarga dan teman-teman
untuk makan bersama sambil menonton pertandingan.[3] Sebagian besar orang
Amerika menganggap hari Super Bowl sebagai "hari untuk pesta di
rumah".[4]
Pertandingan
antarperguruan tinggi yang disebut college football juga populer di
Amerika Utara. Empat stadion yang digunakan untuk sepak bola Amerika tingkat
perguruan tinggi (Stadion Michigan, Stadion Beaver, Stadion Neyland, dan Stadion Ohio), masing-masing bisa
menampung 100.000 penonton. Di beberapa daerah, pertandingan antar-SMU juga
disaksikan lebih dari 10.000 penonton. Pertandingan antarperguruan tinggi dan
antar-SMU yang diadakan di musim gugur
merupakan acara tahunan yang diramaikan dengan pemandu sorak, marching band,
pesta homecoming, dan pesta tailgate berupa kumpul-kumpul
di lapangan parkir untuk makan dan minum.
Sesuai tradisi,
pertandingan antar-SMU dilangsungkan hari Jumat, pertandingan antarperguruan
tinggi diadakan hari Sabtu, sedangkan pertandingan profesional pada hari
Minggu, dengan tambahan pertandingan profesional pada hari Senin malam (Monday
Night Football). Setelah musim reguler pertandingan antarperguruan tinggi
selesai, NFL mulai mengadakan beberapa pertandingan pada hari Sabtu.
Pertandingan istimewa dilakukan pada hari libur di musim gugur dan musim
dingin, terutama pada hari Thanksgiving
dan hari Tahun Baru.
Di luar Amerika
Serikat dan Kanada, olahraga ini disebut American football atau sepak bola gridiron karena garis-garis
pada lapangan menyerupai gridiron (kisi-kisi dari besi untuk
memanggang).
Di Eropa, NFL
memiliki liga Eropa (NFL Eropa) yang masih dalam
tahap pengembangan. NFL Eropa memiliki tim di 5 kota di Jerman
dan 1 tim di Belanda.
Liga NFL Eropa menggunakan peraturan bermain yang dikeluarkan Liga Nasional Sepak bola Amerika,
sedangkan sepak bola Kanada mempunyai peraturan sendiri yang dikeluarkan liga
Kanada.
Sepak bola
seperti yang lazim dikenal orang dan sepak bola Amerika keduanya berasal dari
berbagai jenis olahraga bola kaki (football)
yang dimainkan di Britania di
pertengahan abad ke-19. Sepak bola Amerika merupakan variasi dari rugby yang lebih banyak membawa bola
dengan tangan dan hanya sekali-kali saja ditendang.
Pada tahun-tahun awal
abad ke-20, tim-tim profesional mulai bermunculan di kota-kota penggilingan
yang terletak di kawasan Pennsylvania
dan American Midwest. Setelah itu, Liga
Nasional Sepak bola Amerika (NFL) didirikan di kota Canton, Ohio pada tahun 1920.
Liga profesional sepak bola Amerika terus bertahan sebagai olahraga paling
populer nomor dua di AS hingga setelah Perang Dunia II.
Tayangan televisi berhasil menarik perhatian publik terhadap liga profesional
sepak bola Amerika. Pada tahun 1960-an, pertandingan liga profesional akhirnya
mengalahkan kepopuleran pertandingan bisbol dan sepak bola Amerika tingkat
perguruan tinggi[5]. Pertandingan Super
Bowl yang pertama antara juara NFL dan juara dari AFL berlangsung tahun
1967, dan berakhir pada bergabungnya kedua liga pada tahun 1970.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar